Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya adalah WNI yang sudah 20 tahun bekerja dan tinggal di luar negri lebih dari 183 hari per tahun (Permanent Resident). Dari hasil pendapatan saya di luar negri saya membeli 1 properti di luar negri (rumah yg saya tinggali sekarang tetapi belum lunas) dan 2 properti di Indonesia (dua-duanya belum jadi, satu sudah lunas, yang satunya lagi masih dengan cash cicilan bertahap dgn developer).

Kewajiban pajak di luar negri saya yakin saya sudah lengkapi 100%, baik dari penghasilan maupun aset/harta yang saya miliki.

Yang saya agak tidak yakin adalah mengenai pajak saya di Indonesia. Saya tidak memiliki NPWP karena sepengertian saya, saya adalah subjek pajak luar negri, bukan di Indonesia. Namum saya tidak yakin dengan adanya 2 properti di Indonesia di atas.

Selain itu, sejak bayi, nama saya dipakai oleh ayah sebagai pemegang saham perusahaan (Perseroan Terbatas) yang setiap tahunnya dilaporkan secara resmi di SPT perusahaan. Saya tidak pernah mendapat hasil sepeser-pun dari perusahaan ini karena memang hanya nama saya yg dipinjam.

Yang ingin saya pertanyakan:

1 – Apakah kewajiban pajak saya di Indonesia sebelumnya/sekarang sebagai WNI yg tinggal sepenuhnya di luar negri?

2 – Melihat situasi di atas perlukah saya melakukan tax amnesty? Atau – kalau tax amnesty tidak perlu (krn saya tdk salah apa2), perlu kah saya membuat NPWP? Perlukah saya deklarasi harta saya di dalam & di luar negri?

3 – Nantinya apabila saya menyewakan properti saya yg di Indonesia (selagi saya masih tinggal di luar negri), pajak apakah yg harus saya bayar? Perlu diinformasikan, pajak pembelian 2 properti di atas tentunya sudah saya bayar dengan penuh.

Terima kasih sebelumnya.

Comment ( 1 )

  1. Anonymous
    August 29, 2016 at 2:23 pm

    Selamat malam rekan,
    Sebagai Subjek Pajak LN, maka tidak ada kewajiban pajak Indonesia terhadap Anda, khususnya terkait pajak2 yang bersifat subjektif seperti PPh.
    ___
    Namun terkait kepemilikan properti di Indonesia, maka kewajiban pajak objektif seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) tetap wajib Anda penuhi, tanpa melihat kondisi subjek pajaknya (SP LN atau Indonesia).
    ___
    Karena bukan Subjek Pajak LN, tidak ber-NPWP Indonesia, tentu Anda tidak memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan, yang artinya Anda juga tidak wajib ikut serta dalam program TA
    ___
    Nah terkait sewa properti di Indonesia berlaku pemotongan Pajak Penghasilan yang bersifat final, atas perolehan penghasilan sewa untuk properti tersebut.
    Pemotongan PPh ini dilakukan (disetorkan dan dilaporkan) oleh pihak yang menyewa dalam hal pihak penyewa adalah badan hukum/pihak pemotong pajak.
    __
    Demikian rekan, semoga membantu

Leave a reply