Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

Comments ( 4 )

  1. naufalaziz
    October 24, 2014 at 4:44 am

    Hmmm, pendapat Anda nampaknya tidak pada tempat anda tuliskan di blog tanya jawab ini. Jelas-jelas topik blog ini adalah tanya jawab pajak.
    Tapi baiklah, saya akan tanggapi juga dan tidak akan menghapus posting yang kurang bijak dari anda di atas.

    Untuk sebuah negara yang berbasiskan syariat Islam, dimana penegakkan hukum di semua lini termasuk hukum ekonomi yang berbasis syariat akan sangat mungkin mendasarkan penerimaan negara pada sumber zakat,infaq, Shodaqoh, serta wakaf (Ziswaf).

    Belum mungkin demikian (diterapkan) di Indonesia. Namun sistem perpajakan kita secara bertahap sudah mengakomodir jika Anda (wajib pajak secara luas) yang telah menunaikan pajak dan sumbangan keagamaan yg telah dikeluarkannya sebagai pengurang pajak yang wajib dikeluarkan setiap tahunnya. Nampaknya, untuk hal ini Anda perlu mempelajari perundang-undangan pajak indonesia secara lebih komprehensif.

    Pembiayaan negeri ini masih memerlukan partisipasi seluruh rakyat, dan memang akan sulit terwujud jika didasarkan pada motif sukarela sepenuhnya dari warga negara. Oleh sebab itulah, dibuat Undang-undang pajak, ya untuk apa…? jalan dimana Anda melangkah, sekolah dimana putra-putri Anda bisa bersekolah dengan bantuan subsidi pemerintah. Puskesmas yang bisa memberikan keringan kepada sebagian masyarakat dimana mereka bisa memberikan resep generik kepada pasiennya.

    Anda perlu mempelajari syariat dengan lebih komprehensif bung, dan lebih arif mensikapi perbedaan pendapat yang ada.

    Atau Anda merasa yang paling benar dan dapat jaminan masuk surga atas etika dan adab hidup Anda selama ini. Semoga Alloh mengampuni kita semua.

  2. naufalaziz
    October 24, 2014 at 6:15 am

    ralat untuk: “Belum mungkin demikian (diterapkan) di Indonesia. Namun sistem perpajakan kita secara bertahap sudah mengakomodir jika Anda (wajib pajak secara luas) yang telah menunaikan Ziswaf dan sumbangan keagamaan yg telah…”

    Saya tunggu langkah konkrit Anda ke MK (saya yakin Anda sebenarnya sudah tau bahwa MK adalah salurannya, namun kebanyakan orang seperti Anda cuman berani berwacana…). Akan baru bisa dibilang Istiqomah jika Anda tidak hanya mengumbar provokasi tanpa langkah konkrit untuk memperjuangkan idealisme Anda

  3. October 30, 2014 at 1:27 am

    Mas, sadar diri . Saya ini bertanya kepada umum bukan merendahkan anda.

    1. Anda merasa yang paling benar?
    2. pendapat Anda nampaknya tidak pada tempat anda tuliskan di blog tanya jawab ini?

    Jangan ngelantur ya. tks

  4. naufalaziz
    October 31, 2014 at 9:35 am

    Hahahaaa….. sepertinya tanggapan Anda berbalik pada Anda sendiri…
    nampak tidak bijaknya..lha wong nama user saja gak gentle banget…gak menghargai yg kelola web ini juga

    1. Anda merasa yang paling benar? <—- inilah Anda…
    2. pendapat Anda nampaknya tidak pada tempat anda tuliskan di blog tanya jawab ini? <— yang anda posting bukan tanya jawab seputar Pajak mas, tapi provokasi murahan

    Jangan ngelantur ya <— buat Anda ya….

    Jazakalloh khoiron katsiroo

Leave a reply