Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Tanya pelaporan aset rumah

Sy karyawan swasta, pajak penghasilan dipotong lgs dr gaji.

Sy mempunyai 2 aset rumah
1. Rumah pertama di tangerang : kpr atas nama saya, cicilan msh berjalan dan sy bayar sendiri. Sy baru melaporkan aset rumah ini tahun 2015.
2. Rumah kedua di jakarta : kpr atas nama saya, cicilan msh berjalan dan dibayarkan oleh saudara saya setiap bulan. Sy blm melaporkan aset ini

Pertanyaan :
1. U/ rumah pertama (cicilan sdh 9 tahun) : yg sy laporkan adalah nilai rumah pada saat pembelian atau njop ?
2. Apakah nilai tersebut hrs sy kurangi dengan sisa cicilan kpr ?
3. U/ rumah kedua (cicilan sdh 5 tahun) : apakah sy boleh melaporkan nya di laporan 2016 atau sy harus merevisi di laporan tahun 2015 ?
4. Karena sy blm melaporkan, apakah ini termasuk kasus tax amnesty ?
5. Kalau ini termasuk kasus amnesty, apakah sy dikenain denda ? Hitungan nya berapa ? Dan langkah apa yg harus sy lakukan ?

Terima kasih

Comments ( 7 )

  1. July 21, 2016 at 1:50 am

    Salaam rekan,
    1. Dalam kasus pelaporan harta melalui form daftar harta di SPT Tahunan, nilai yang dilaporkan adalah nilai perolehan saat pembelian rekan, bukan NJOP

    2. Nilai yang dilaporkan dalam daftar harta adalah sepenuhnya nilai perolehan (tanpa dikurangi hutang), sementara hutang yang masih outstanding atas KPR tersebut telah disediakan sendiri tabel pelaporannya di daftar hutang, masih dalam halaman formulir yang sama.

    3. Untuk rumah kedua, de jure atas nama rekan, namun cicilan yang membayar saudara, nah de facto-nya rumah tersebut menjadi hak siapa? jika menjadi hak Anda dan cicilan yang dibayarkan oleh saudara anda dapat dianggap sebagai hibah maka Anda berhak mengakuinya dala SPT, jika menjadi hak Saudara Anda tentu Anda tidak berhak mengakuinya.

    4. Jika de facto rumah kedua tersebut adalah hak Anda, dan belum dilaporkan di dalam SPT sebelumnya, maka benar bahwa atas objek tersebut termasuk kriteria objek yang bisa diungkapkan dalam program tax amnesty

    5. Dalam permohonan tax amnesty Wajib Pajak diwajibkan membayar uang tebusan, dengan keuntungan seluruh pokok pajak serta sanksi terdahulu akan dihapuskan, dan “dibebaskan” dari proses pemeriksaan pajak.
    Adapun langkah permohonan tax amnesty dapat rekan baca melalui leaflet yang telah kami share melalui link berikut.

    http://blog.tanyajawabpajak.com/2016/07/langkah-syarat-permohonan-tax-amnesty.html

    semoga membantu rekan…

    • August 24, 2016 at 11:28 am

      u/ point 1 dan 2, berati aset yg sy laporkan adalah harga peroleh (tanpa dikurangin sisa kpr?) kalau misalkan pada laporan SPT 2015 melaporkan aset rumah dgn nilai (harga perolehan – sisa hutang kpr), apakah laporan SPT 2016 hrs sy perbaiki atau bagaimana ya ?

      kemudian u/ amnesti rumah kedua, yg disebut untuk dilaporkan adalah nilai wajar (harga pasar), apabila sy laporkan harga perolehan apa boleh ? apa akan ada masalah apabila sy laporkan harga perolehan (yg tentu nya lbh rendah dibanding harga wajar ataupun njop)

  2. July 21, 2016 at 6:11 pm

    Terima kasih atas jawaban nya

    Rumah pertama sy br melaporkan nya tahun 2015 dan skrg jg tdk ada pemeriksaan atau pertanyaan dr pemeriksa pajak, apakah kalau sy melaporkan rumah kedua tanpa prosedur tax amnesty, nanti nya jg tdk akan ada pertanyaan dr pemeriksa pajak ?

    Thx

  3. July 22, 2016 at 1:30 am

    tanpa melalui tax amnesty, atas kewajiban pajak untuk tahun2 yang belum daluarsa penetapan (jika dihitung dari tahun 2016, maka kewajiban pajak yang masih mungkin diperiksa adalah mulai dari tahun pajak 2011) masih mungkin dipertanyakan melalui himbauan oleh kantor pajak, serta melalui jalur pemeriksaan pajak.

    Lagipula jika harta tersebut dilaporkan melalui jalur pembetulan SPT (non amnesti), maka atas penghasilan terkait perolehan harta tersebut bisa dianggap sumber penghasilan baru yang belum diungkap dan pengenaan tarif pajak-nya berlaku tarif pajak normal yang lebih tinggi dari tarif uang tebusan untuk tax amnesty Pak…

    sekedar masukan saja ya Pak…semoga bermanfaat

  4. July 22, 2016 at 3:42 pm

    Terima kasih atas jawaban nya

  5. August 25, 2016 at 12:16 pm

    u/ point 1 dan 2, berati aset yg sy laporkan adalah harga peroleh (tanpa dikurangin sisa kpr?) kalau misalkan pada laporan SPT 2015 melaporkan aset rumah dgn nilai (harga perolehan – sisa hutang kpr), apakah laporan SPT 2016 hrs sy perbaiki atau bagaimana ya ? kemudian u/ amnesti rumah kedua, yg disebut untuk dilaporkan adalah nilai wajar (harga pasar), apabila sy laporkan harga perolehan apa boleh ? apa akan ada masalah apabila sy laporkan harga perolehan (yg tentu nya lbh rendah dibanding harga wajar ataupun njop)

  6. August 28, 2016 at 12:22 am

    nilai harta baru yang akan diungkap dalam TA adalah nilai wajar harta tersebut menurut wajib pajak dengan membandingkan dengan aset sejenis, tentu hal ini dengan mempertimbangkan cut of date TA ini adalah kondisi harta di akhir tahun 2015.
    ___
    Meski demikian, UU TA tidak mengatur tegas, apakah kemudian WP bisa/tidak menggunakan nilai perolehan sebagai nilai wajar tersebut, Pak.
    ___
    Jika ada aset yang telah dilaporkan namun keliru dalam melaporkan nilai sebagaimana bapak sebut, silahkan lakukan perbaikan melalui SPT Pembetulan, namun saran saya silahkan perbaiki/ungkap di SPT 2016 yang baru akan dilaporkan di 2017 nanti jika Bapak juga memang akan mengikuti program TA ini.
    ___
    pertanyaan selanjutnya sudah terwakili pada statement saya ke dua ya Pak…
    ___
    semoga membantu

Leave a reply