{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


Tanggal pada Faktur Pajak

Rekan sekalian,
Saya sebagai pembeli selalu melakukan pembelian dengan pembayaran terlebih dahulu baik DP maupun lunas sebelum barang dikirim.
Yang saya tahu adalah tanggal penerbitan faktur pajak harus sama dengan tanggal bayar atau tanggal penerima barang (mana yg lebih dulu).
Nyatanya pada prakteknya, banyak penjual yang “menunda” menerbitkan faktur pajak sesuai dengan tanggal bayar kami. Dengan alasan regulasi dari kantor mereka hanya bisa membuat faktur pajak saat pengiriman barang (dibaca: tanggal nya sesuai tanggal kirim barang).
Dan yang saya tahu memang kalau penjual bisa saja menerbitkan paling lambat 3 bulan setelah tanggal seharusnya.
Tetapi…..
Petugas pemeriksa pajak selalu memberatkan saya ketika kami melakukan restitusi ppn. selalu karena tanggal faktur masukan ini.
kenapa tidak sama dengan tanggal bayar.

Ada nggak peraturan yang bisa saya berikan kpd pemeriksa pajak maupun untuk bisa melancarkan proses restitusi saya?
dan kepada penjual untuk menegaskan kpd mereka bahwa seharusnya tanggal faktur pajak adalah sesuai tanggal bayar saya (dibaca: bayar dulu baru terima barang).

Terima kasih rekann……

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


Tags

1 Answer

Jawabannya tidak ada aturan seperti yang rekan kehendaki di atas,
karena sudah benar bahwa kapan saat penerbitan faktur pajak? saat dilakukan penyerahan BKP/JKP, diterima pembayaran (sebagian atau seluruh), atau mana yang terjadi lebih dulu diantara keduanya –kejadian tersebut–

Dalam hal FP yang diterima seperti kasus di atas (tanggal dibuat setelah tanggal pembayaran/penyerahan) sepanjang FP tersebut dibuat dalam jangka waktu 3 bulan maka FP tetap sah dikreditkan sepanjang sarat2 kelengkapan materiil isi faktur terpenuhi, hanya saja FP tersebut memang akan dianggap sebagai FP terlambat (diterbitkan), dan kepada penerbit dikenakan sanksi pasal 14 ayat 4, 2% dari DPP.
Namun jika FP diterbitkan melebihi jangka waktu 3 bulan, maka si penerbit dianggap tidak menerbitkan FP, dan FP yang telah dikreditkan oleh pembeli wajib dikoreksi karena memang tidak sah untuk dikreditkan.

Demikian rekan Christy

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up