Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

apakah stok brang dagangan mesti di masukkan dalam SPT tahunan, sementara untuk WP OP yang tidak melakukan pencatatan bagaimana menghitung nilainya?
Dan apakah mesti ikut dalam tax amnesty, bila nilai stok 200jt tp dibiayai dari hutang bank dan supplier seniai 300jt?
terimakasih sebelumnya.

Comments ( 3 )

  1. August 15, 2016 at 4:16 am

    Dalam kasus OP yang tidak menyelenggarakan pembukuan memang keberadaan stok tersebut tidak muncul terlaporkan dalam SPT Tahunannya. Treatmennya tentu kembali pada apakah omset dan keuntungan yang dilaporkan sebelumnya under valued, karena apapun usaha dan siapapun yg menjalankannya (OP atau badan) atas turn over stok tersebut hasil akhirnya adalah omset dan keuntungan. Dan omset/keuntungan bisa berwujud kas, piutang, aset lain dsb. Atas aset2 tersebut apakah ada yang belum dilaporkan?

    ____
    Ketika kita coba masukkan hutang sebagai pengurang untuk menghitung nilai harta bersih, dalam pengajuakan TA, Nilai hutang yang bisa dijadikan pengurang nyata-nyata diatur sebesar maksimal 50% (dari nilai harta) untuk orang pribadi dan maksimal 75% (dari nilai harta) untuk badan hukum. Dan hutang tersebut pun harus yang benar-benar terkait dengan perolehan harta yang baru diungkap tersebut.

    Demikian, semoga memantu

    • March 28, 2017 at 8:58 am

      Maaf pak, jika omzet dan keuntungan itu berwujud aset, kas dan sudah dilaporkan di SPT artinya stock barang/persediaan tsb tidak perlu di ikutkan Tax amnesty..mohon penjelasannya..tks

  2. August 23, 2016 at 2:00 pm

    Maaf tanya lagi..utk WP yg tidak menyelenggarakan pembukuan, bila stok barang dagangan tidak dimasukan dlm spt tahunan, lalu bagaimana dengan hutangnya yg menjadi modal usaha (utk pengadaan stok) apakah ada keharusan utk mencantumkannya dalam spt tahunan?
    trimakasih.

Leave a reply