Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

1. boleh tidak SPT dan bukti potong saya buat di excel kemudian saya print sudah ada isinya (tidak tulis tangan), apakah di KPP diterima atau harus mengisi manual menggunakan formulir dari KPP nya?

2. bukti potong yang saya buat sebanyak 3 rangkap (untuk penerima penghasilan, KPP, arsip) semuanya apakah harus bertandantangan asli dan cap basah? atau untuk KPP dan arsip boleh fotocopy?

Comment ( 1 )

  1. naufalaziz
    August 24, 2014 at 4:16 pm

    Jawaban no.1 sangat boleh Bu, justru lebih rapi, namun ketika diprin harap patikan batas kiri-kanan dan atap bawah tidak terpotong sesuai format bakunya ya, karena saat ini pihak KPP sudah mulai melakukan mekanisme entri data dengan proses scanning.
    Atau jika Ibu berkehendak, sebenarnya sudah ada program/aplikasi e-SPT (spt elektronik) dimana dalam pelaporan SPT masa 23,4 ayat 2 maupun untuk jenis pajak lainnya, ibu bisa melaporkannya secara softcopy, dan cukup mencetak induk SPT (yg bertandatangan dan stempel basah perusahaannya) tiap bulannya. Jadi lebih praktis dan paperless

    Pertanyaan kedua, Untuk bukti potong ke KPP, selama ini, jika Ibu melampirkannya dalam bentuk copy pun sebenarnya diterima, namun tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga dan menjaga keabsahan bukti potong yang ibu terbitkan, ketiganya Ibu buat dengan stempel dan tandatangan basah.

    Jika ada yang hendak mengkoreksi dan menambahkan silahkan ya rekan.

Leave a reply