{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


Seputar pelaporan pajak

Jika ada sebuah CV. melakukan pembelian dengan memalsukan nama penerima (menggunakan nama toko fiktif yg sebenarnya tidak ada), supaya tidak melaporkannya ke kantor Pajak. Apakah bisa dikategorikan penggelapan Pajak? Sanksi apa yang bakal dikenakan pada CV. Tersebut? Apakah pegawai yg memasukan data pajak juga dapat dipidanakan?

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


Tags

1 Answer

Pembelian tersebut bisa dikategorikan pembelian fiktif dan seharusnya dikoreksi dari perhitungan HPP, sekalipun transaksi/arus barangnya riil terjadi, namun tidak match dengan dokumen transaksinya.

Segala bentuk pemalsuan masuk kategori pidana

Bagi CV, maka pembelian —> perhitungan HPP harus dikoreksi, silahkan hitung kembali kewajiban pajaknya jika sudah disetor dan dilapor, dan atas kurang bayar tersebut dikenakan sanksi keterlambatan penyetoran tentunya (jika sudah disetorkan perhitungan sebelumnya)

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up