Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

selamat pagi, nama saya david. yang ingin saya tanyakan adalah; ketika saya hendak menjual barang yang sudah kena ppn, maka berapa ppn yang harus saya bayarkan..??. contoh: saya membeli barang A seharga Rp. 2.000,- (plus ppn), kemudian barang A tersebut saya jual lagi seharga Rp. 4200,-. maka berapa ppn yang harus saya bayarkan..?. Pertanyaan kedua saya adalah, ketika saya melampirkan nomor faktur pajak di penjualan saya, apakah nama perusahaan harus saya tampilkan juga..??. bisa tidak hanya nomor faktur pajaknya saya yang saya tampilkan..??. Terima kasih atas jawabannya kemudian

Comment ( 1 )

  1. December 6, 2016 at 6:07 am

    untuk dapat memungut dan memiliki kewajiban menyetorkan kewajiban PPN, maka Anda harus bertatus dikukuhkan sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) dulu.

    Dalam kasus Anda, belanja 2.000+(PPN: 200), kemudian Anda jual 4.200+(Anda wajib memungut PPN dari konsumen: 420), maka PPN yang Wajib Anda setorkan ke negara sebesar= Pajak Keluaran – Pajak Masukan = 420-200=220

    Faktur Pajak yang rekan buat terkait penjualan rekan wajib mencantumkan NPWP, Nama, dan alamat lengkap penjual, termasuk nama pembeli, NPWP pembeli (jika) ada serta alamat pembeli. Dan berikutnya data2 transaksi yang dilakukan

    Jika tidak disii dengan lengkap maka akan dianggap sebagai faktur pajak tidak lengkap/faktur pajak tidak sah/cacat yang tidak bisa dikreditkan oleh lawan transaksi rekan.

Leave a reply