Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya selaku wp op . Sesuai dengan web ini , bahwa pajak itu tidak susah dan mengbingungkan. Maka saya berusaha untuk mengurus pajak saya sendiri. npwp saya terdaftar di tahun 2002 sebagai karyawan dan spt yang terlapor hanya sampai 2009 , setelah tidak karyawan lagi dan berubah sebagai pedagang saya tidak pernah lagi melapor spt. Ditahun 2016 ini setelah TA keluar , dan kami mendapat sosialisasi maka saya ikut .dengan cara mengefektifkan npwp saya dengan cara melakukan pelaporan spt 2015 . Terus melakukan perubahan data dari karyawan ke pedagang . Dan ikut TA . Dan mendapat tanda terima . Ini dilakukan berdasarkan arahan petugas pajak bagian waskon.dan serta membaca baca segala blog tax termasuk tanyajawab.com . Pertanyaan saya . Hari ini saya saya mendapat panggilan dari peneliti pajak menginformasikan Pajak TA yg harus saya bayar sebesar 5 % dari 0,5 % yang saya bayar sesuai semua arahan yg saya terima sebelum nya. Apakah benar yang di nyatakan peneliti tsb . Terus apakah kalau saya tidak menbayar 5 % TA saya di tolak . Terus konsekuensi dari pajak TA yang telah saya bayar sebesar 0,5% kalau ditolak . Apa yang harus saya lakukan dalam kondisi setengah jalan seperti ini .dan apakah spt 2016 yang akan di laporkan setelah npwp saya efektif di 2017 ini akan di kenakan denda ya ???? Sekian dan terima kasih

Comment ( 1 )

  1. January 31, 2017 at 2:18 pm

    urutannya mengaktifkan NPWP (jika sebelumnya Non Efektif) >> dilanjutkan dengan perubahan data (dari karyawan menjadi pedagang) >> lapor SPT Tahunan 2015 >> ikut TA dengan tarif UMKM 0,5%
    ___
    Sudah benar seperti di atas dalah hal memang sebenarnya bahwa penghasilan Anda semata-mata (seuai ketentuan UU TA mensyaratkan “semata-mata”) penghasilan bersumber dari kegiatan usaha UMKM, maka Anda berhak menggunakan tarif 0,5%

    Namun jika kriteria semata-mata tersebut tidak terpenuhi, misal saja ternyata Anda menerima penghasilan lain sebagai karyawan sebuah perusahaan, maka tarif UMKM sebesar 0,5% tidak bisa Anda gunakan, melainkan tarif normal seusai pembagian periode waktu TA (2% untuk periode I, 3% untuk periode II atau 5% untuk periode III).
    ___
    Hal yang paling penting Anda klarifikasi kepada petugas peneliti tersebut adalah, apa yang menjadi dasar dia mewajibkan Anda menggunakan tarif 5%, jika nyata2 benar penghasilan Anda berasal dari kegiatan usaha UMKM tanpa adanya sumber penghasilan lain maka fiskus (petugas pajak tidak bisa memaksakan kepada Anda untuk menggunakan tarif 5%).
    ___
    Jika masih terdapat sengketa mengenai penerapan tarif tersebut, silahkan Anda minta second opinion melalui kring pajak
    ___
    Namun jika argumen kuat fiskus yang menyatakan bahwa tarif yang sesuai untuk kondisi Anda adalah 5%, maka Anda bisa pilih: lanjut dengan Tax Amnesty dengan menambah jumlah setoran uang tebusan (dari selisih 5% – 0,5% yang telah Anda bayarkan), atau memilih batal ikut Tax Amnesty untuk kemudian menempuh jalur pelaporan SPT Tahunan yang belum Anda tunaikan (laporkan SPT 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, oleh karena daluarsa penetapan pajak adalah 5 tahun pajak, maka kewajiban Anda melaporkan kewajiban SPT mulai tahun 2012, 2013, 2014).

    ___
    Jika pelaporan SPT menjadi pilihan Anda (batal ikut TA) tentu Anda juga wajib menunaikan kewajiban pajak tahun 2012, 2013 dan 2014 tersebut. Dan untuk uang tebusan yang telah Anda bayarkan bisa Anda ajukan permohonan pemindahbukuan untuk dikompensasikan kepada kewajiban pajak Anda lainnya/masa pajak berikutnya.
    ___
    Demikian penjelasan saya, semoga membantu.

Leave a reply