Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Rumah Warisan, perlu dilaporkan Tax Amnesty?

Saat usia 6 tahun Ibu saya meninggal dan mewariskan sebuah rumah untuk saya dan adik saya. Namun, karena masih di bawah umur dewasa, maka rumah tersebut diatasnamakan kepada Bude (Kakak kandung Ibu) saya. Saat ini saya sudah berusia 24 tahun, dan adik saya Oktober nanti 21 tahun.
Bagaimana perlakuan tax amnesty nya? Apakah harus dilaporkan? Mengingat rumah tersebut masih atas nama Bude saya. Ataukah saya perlu melakukan balik nama terlebih dahulu?

Mohon jawabannya, terima kasih 🙂

Salam,
Ifa

Comments ( 4 )

  1. September 23, 2016 at 8:05 am

    1. Boleh ikut, boleh tidak.
    2. jika mau ikut TA, boleh saja tanpa harus balik nama terlebih dahulu, dengan melampirkan Surat Pengakuan Kepemilikan Harta dan Surat Pengakuan Nominee.
    Surat Pengakuan Kepemilikan Harta adalah surat pengakuan bahwa Wajib Pajak yang memiliki Harta yang diatasnamakan nama orang lain, sedangkan Surat Pengakuan Nominee adalah surat pengakuan dari pihak yang diatasnamakan dalam harta berupa saham, tanah, dan/atau bangunan yang tercantum dalam SURAT PENGAKUAN KEPEMILIKAN

  2. September 24, 2016 at 12:45 am

    Maaf, rekan
    apabila aset tersebut belum pernah dimasukkan dalam spt tahunan, apabila rekan memiliki NPWP, boleh melakukan pembetulan spt tahunan per 2015 untk diakui asetnya, namun tidak dapat mengikuti TA, apabila ikut TA maka seperti rekan iwan wardiman sampaikan di atas……

  3. September 26, 2016 at 1:48 am

    sepakat dengan penjelasan Pak Iwan dan Pak Hendra,
    Tax Amnesty atau melalui jalur pelaporan/pembetulan SPT adalah pilihan, silahkan pilih yang mana..
    Ketika diputuskan ikut TA, tidak perlu balik nama terlebih dahulu atas dokumen legal untuk harta tersebut, dalam hal diatasnamakan ke orang lain, maka ada tambahan dokumen TA berupa surat pernyataan Nominee (dapat diperoleh melalui petugas helpdesk TA di KPP terdekat)

  4. September 28, 2016 at 4:37 am

    Dear Pak Iwan, Pak Hendra, dan Pak Agung

    Sebelumnya sy berterimakasih atas jawaban2nya.
    Ada yg ingin sy tanyakan lg, yaitu:

    1. Rumah tsb ada di Malang, sy di Jakarta. Nah, Surat Pengakuan Kepemilikan Harta dan Surat Pengakuan Nominee tsb bisa saya dapatkan di KPP Jakarta atau di KPP Malang ya?

    2. Rumah tsb dikontrakkan, di SPPT PBB nya tertulis nama dan alamat WP nya nama si pengontrak, akan tetapi saat SPPT PBB tsb diberikan Pak RT ternyata sudah ganti pengontraknya. Nah, seharusnya yg tertera nama pengontrak atau nama saya atau nama saudara saya ya?? Lalu bagaimana mengurus pergantiannya?

    Mohon maaf kalau banyak tanya, terima kasih sebelumnya 🙂

Leave a reply