{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


REGARDING A NON-RESIDENT INDONESIAN WHO IS LIVING/WORKING OVERSEAS FOR MORE THAN 10 YEARS

Dear Sir,

Please can you:

– Confirm our understanding that an Indonesian citizen who is not resident in Indonesia, but lives/works permanently in overseas for more than 10 years, does not need to register for tax purposes in Indonesia.

– Advise how this non-resident Indonesian, who lives/works permanently in overseas, can find buyers to sell any small house/land/property in Indonesia he may have acquired (in the past, more than 11 years ago, while living/working in Indonesia then) in the easiest way possible, without problems, in terms of practical convenience/procedures and any tax consequences.

– Is it true that there is only a 5% tax on the sales price of the property in Indonesia payable upon sale in Indonesia? No other taxes, costs or consequences?

Please state the relevant legislation in each case if possible.

Looking forward to your response with many thanks in advance.

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


1 Answer

—please, use google translate for this answer—
Selamat siang,

Semua Wajib Pajak yang telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan Perpajakan Indonesia, wajib mendaftarkan diri untuk pada Direktorat Jenderal Pajak (otoritas pajak di Indonesia) untuk dicatat sebagai Wajib Pajak, ditandai dengan penerbitan NPWP.

Adapun syarat subjektif dimaksud antara lain:
– orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan.
Adapun syarat objektif dimaksud antar lain:
– menerima penghasilan baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri, yang telah melebihi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak.

Maka jelas, dalam hal terdapat warga negera indonesia yang telah meninggalkan Indonesia, bahkan sampai dengan 10 tahun bisa dianggap sebagai subjek pajak luar negeri, bukan lagi subjek pajak dalam negeri (Indonesia).

Untuk kepentingan transaksi penjualan properti yang masih ia miliki di Indonesia, silahkan pergunakan mekanisme kuasa, melalui property agency atau melalui notaris, tentu mereka lebih mengerti mengenai hal tersebut.

Adapun kewajiban yang timbul dari sebuah transaksi penjualan properti berupa rumah (tanah dan bangunan) yaitu pajak penghasilan sebesar 5% yang dikenakan kepada penjual atas penghasilan penjualan yang ia terima, dihitung dari nilai penjualan. Dan timbul juga pajak perolehan atas hak atas tanah dan bangunan, yang dikenakanan kepada pembeli. Setahu saya, besaran tarifnya juga 5% yang dikenakan dari nilai pembelian.

Untuk biaya lain terkait penjualan properti, selain pajak, tentu ada, misalnya biaya atas jasa notaris, biaya atas jasa property agency, biaya balik nama bukti kepemilikan hak. Namun mohon maaf, bukan kompetensi kami untuk menghitung biaya-biaya tersebut (selain pajak), silahkan Anda tanyakan kepada notaris yang anda gunakan nantinya.

referensi undang-undang yang relevan:
– Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 (ketentuan umum perpajakan)
– Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008 (Pajak Penghasilan)

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up

Search

Ads

tepung pizza instan dan sehat

Jawaban Terbaru

Sponsors


Aplikator Atap Baja Ringan