Employer Memotong PPh Individu Lebih dari Tingkat Pajak yang Relevan

Question
109 views

Apakah merupakan sesuatu yang ilegal ketika employer memotong PPh lebih besar dari tarif pajak yang relevan bagi pegawainya?

Saya adalah dosen di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketika UGM ditetapkan sebagai PKP, maka pendapatan para pegawainya ditetapkan tidak final atau progresif. Namun, karena ketidakmampuan kognitif  dan lame-brained-nya Direktorat Keuangan UGM dalam memahami aturan perpajakan, maka UGM memotong PPh saya dengan tarif pajak yang lebih tinggi daripada tarif pajak yang berlaku bagi income bracket saya.  Misalnya, untuk honorarium kegiatan riset (yang bersifat tidak rutin), besarnya honorarium tersebut dikalikan 12 oleh Direktorat Keuangan UGM (padahal honorarium tersebut hanya terjadi one shot). Akibat obtuse-nya kemampuan berpikir Direktorat Keuangan UGM (yaitu honor yang hanya diterima sekali, disetahunkan dengan jalan dikalikan 12), maka saya terkena tarif pajak 30 persen, padahal akumulasi pendapatan saya sampai bulan ini belum berada pada income bracket dengan tax rate 30 persen. UGM mengatakan bahwa tarif pajak akan mereka sesuaikan di akhir tahun. Namun, seharusnya, menurut pendapat saya, merupakan kewajiban individu untuk menghitung jumlah pajaknya di akhir tahun. Karena moronic-nya kapasitas berpikir Direktorat Keuangan UGM, maka hilanglah opportunity costs of holding cash balances dan merampas hak individu. UGM memotong PPh lebih besar dari kewajiban PPh individu. Kalau UGM tidak memiliki tingkat intelejensi yang cukup untuk memotong PPh para pegawainya dengan benar, bukankah lebih baik apabila UGM melakukan yang selama ini mereka lakukan; memotong PPh sebesar 15 persen, lalu para pegawainya akan membayarkan kurang pajaknya secara individu ketika saat pengumpulan SPT?

About the Author

Leave an answer