Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya mengantar anak saya untuk memproses tax amnesty ke KPP setempat, nyatanya tidak semudah teori yang di gembar gemborkan dan sunguh menyusahkan. Kami telah print dan mengisi form dirumah dan membayar kewajiban biaya penebusan melalui bank persepsi. Tapi sewaktu mau menyerahkan kelengkapan di KPP setempat ditolak oleh petugas kantor dengan alasan :
1. Form harus dibuat ulang dengan menggunakan kertas folio (F4), padahal materinya sama juga dan sesuai format dari web pajak bisa/cukup menggunakan kertas kwarto.
2. Dimita perekaman data menggunakan flahsdisk dalam bentuk excell, yang bener2 menyusahkan.
Akibat tersebut kami cukup menyusahkan dan kami harus bolak balik ke KPP. Mohon penjelasan. Makasih.

Comment ( 1 )

  1. naufalaziz
    August 31, 2016 at 12:53 am

    untuk poin 1, memang hal tersebut diatur dalam aturan turunan UU Tax Amnesty, sepertinya ada di Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-07/PJ/2016. Untuk kepentingan keseragaman dan tentu telah diperhitungkan unsur kemudahan dalam proses filing nantinya oleh Pihak DJP

    Demikian juga untuk poin 2, bahwa permohonan Tax Amnesty selain diajukan dalam format hardcopy, disertai juga format softcopynya. Maksud dari disertakannya softcopy ini adalah ketika proses input data kedalam sistem yang dimiliki DJP seminimal mungkin ada intervensi input/perubahan data dari fiskus. Jadi data daftar harta dan hutang (misalnya) sepenuhnya bersumber dari data yang telah wajib pajak siapkan melalui softcopy tersebut.

    Jadi, jika dibilang berbelit tidak juga… apalagi jika Anda bandingkan dengan format SPT Tahunan (sebagai bandingan), formulir Tax Amnesty ini jauh lebih simpel dan lebih mudah.

    Sepertinya karena hal yang baru saja sehingga Anda bilang “berbelit” namun sejatinya enggak kok…

Leave a reply