{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


PROSES TAX AMNESTY YNG BERBELIT

Saya mengantar anak saya untuk memproses tax amnesty ke KPP setempat, nyatanya tidak semudah teori yang di gembar gemborkan dan sunguh menyusahkan. Kami telah print dan mengisi form dirumah dan membayar kewajiban biaya penebusan melalui bank persepsi. Tapi sewaktu mau menyerahkan kelengkapan di KPP setempat ditolak oleh petugas kantor dengan alasan :
1. Form harus dibuat ulang dengan menggunakan kertas folio (F4), padahal materinya sama juga dan sesuai format dari web pajak bisa/cukup menggunakan kertas kwarto.
2. Dimita perekaman data menggunakan flahsdisk dalam bentuk excell, yang bener2 menyusahkan.
Akibat tersebut kami cukup menyusahkan dan kami harus bolak balik ke KPP. Mohon penjelasan. Makasih.

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


Tags

1 Answer

untuk poin 1, memang hal tersebut diatur dalam aturan turunan UU Tax Amnesty, sepertinya ada di Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-07/PJ/2016. Untuk kepentingan keseragaman dan tentu telah diperhitungkan unsur kemudahan dalam proses filing nantinya oleh Pihak DJP

Demikian juga untuk poin 2, bahwa permohonan Tax Amnesty selain diajukan dalam format hardcopy, disertai juga format softcopynya. Maksud dari disertakannya softcopy ini adalah ketika proses input data kedalam sistem yang dimiliki DJP seminimal mungkin ada intervensi input/perubahan data dari fiskus. Jadi data daftar harta dan hutang (misalnya) sepenuhnya bersumber dari data yang telah wajib pajak siapkan melalui softcopy tersebut.

Jadi, jika dibilang berbelit tidak juga… apalagi jika Anda bandingkan dengan format SPT Tahunan (sebagai bandingan), formulir Tax Amnesty ini jauh lebih simpel dan lebih mudah.

Sepertinya karena hal yang baru saja sehingga Anda bilang “berbelit” namun sejatinya enggak kok…

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up