Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

saya mau tanya seputar pph 4 (2) dan pph 23. ada kasus berikut : PT A adalah non pkp , PT B adalah pkp . PT A menyewa sebuah tenant di PT B, Pertama muncul tagihan sewa dan service charge pada PT A, dengan ketentuan agar memotong PPH Final 4(2) nya , Apa yang harus dilakukan PT A ? . yang kedua muncul invoice miscellaneous charge atas pekerjaan pemasangan ac , pipa pembuangan yang dikerjaan oleh PT B dan disuruh agar memotong pph nya . PPH apa yang sesuai untuk miscellaneous charge tersebut dan apa yang harus dilakukan oleh PT A ?

Comments ( 6 )

  1. August 30, 2016 at 8:19 am

    PT. A harus potong PPh pasal 23 2%.
    lalu PT. A harus menyetorkan yg 2% tadi ke Bank
    kemudian PT. Harus membuat bukti potong PPh 23 dan diberkan kepada PT. B
    dan kemudian PT. A Harus lapor spt masa PPH 23 paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya.

  2. August 30, 2016 at 1:24 pm

    PT A (non PKP) menyewa ruang dari PT B (PKP)
    maka PT B menerbitkan faktur pajak yang ditujukan kepada PT A atas tagihan sewa tersebut.
    PT A melakukan pemotongan dan penerbitan bukti potong PPh pasal 4 ayat 2 atas pembayaran sewa+service charge kepada PT B selaku penerima penghasilan

    Atas charge untuk pekerjaan pemasangan ac , pipa pembuangan yang dikerjaan oleh PT B, maka pengguna jasa PT B (saya kurang jelas apakah PT A pengguna jasanya) wajib melakukan pemotongan serta penerbitan bukti potong PPh pasal 23 atas pembayaran charge tersebut.

    Demikian, semoga membantu

    • August 30, 2016 at 3:42 pm

      terima kasih ,
      jadi yang mengerjakan pekerjaan pemasangan ac itu orang orang dari PT B.

      Saya mai nanya lagi

    • August 30, 2016 at 3:48 pm

      terima kasih ,
      jadi yang mengerjakan pekerjaan pemasangan ac itu orang orang dari PT B.

      Saya mau nanya lagi, jika miscellaneous charges tsb dijadikan objek pajak pph 4 ayat 2. karena termasuk bagian persewaan .. bagaimana membuat spt pph 4 ayat 2 nya dan bukti potongnya ? karena PT A meminta 1 bukti potong , 1 biaya .. jadi saya harus buat 3 bukti potong atas sewa , service charge dan miscellaneous .

  3. naufalaziz
    August 31, 2016 at 12:59 am

    jika memang miscellaneous charges memang bagian dari kontrak persewaan, benar bahwa pengenaannya menjadi PPh 4(2), idealnya dibuatkan dalam 1 bukti potong. Namun jika mereka minta dipecah, buat juga skema pembayarannya dipecah, biar jelas pembayaran ini untuk ini. Namun patut diingat ya..ketika bukpot dipecah, jangan sampai merubah pasal PPhnya

    • August 31, 2016 at 7:52 am

      untuk spt nya , semua masuk ke Persewaan 41128/403 penyewa sbg pemotong pajak ?

      dan bulan bulan sebelumnya , saya bayar full tanpa memotong pajaknya , baik sewa maupun biaya listriknya ? apakah saya harus meminta bukti potong / merefund uangnya ke saya ?

      terima kasih

Leave a reply