Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

PPh 4 (2) dan PPh 23

saya mau bertanya tentang pph 4 (2) dan pph 23, omset dibawah 4,8 M makanya dikenakan pph 4 (2), tetapi costumer itu minta dibuatkan pph 23 karena dia menggunakan jasa angkutan, yang saya ingin tanyakan, apakah saya harus membayar pph 4(2) tersebut? Kalau iya alasannya kenapa. Karena saya sudah mengeluarkan pph 23. Terima kasih..

Comment ( 1 )

  1. December 9, 2016 at 3:09 am

    Jika memang usaha yang rekan jalankan masih belum melampaui batas omset 4.8 Milyar dalam satu tahunnya, maka sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah nomor 46 tahun 2013 maka kewajiban pajak atas usaha rekan adalah PPh final (pasal 4 ayat 2) dengan tarif tunggal 1% yang dikenakan dari omset bruto setiap bulannya.

    Bukti potong PPh 23, nah posisi rekan ini mewakili kepentingan pemilik usaha atau pengguna jasa?

    dalam hal rekan mewakili kepentingan pemilik usaha, maka atas penyerahan yang dilakukan agar tidak dipotong PPh 23 saat melakukan transaksi penyerahan jasa kepada costumer maka sebelumnya rekan ajukan terlebih dahulu SKB (Surat Keterangan Bebas) PPh 23 agar tidak dilakukan pemotongan PPh 23 oleh pihak pemberi penghasilan, saat melakukan penyerahan jasa.

    Jika sudah terlanjur dilakukan pemotongan, ada beberapa alternatif.
    rekan bisa lakukan/ajukan pembatalan bukti pemotongan PPh 23 kepada pemberi penghasilan/costumer selaku pemberi penghasilan dan penerbit bukti potong.
    atau,
    rekan tetap kreditkan (perhitungkan) di pelaporan SPT PPh tahunan dan ketika terjadi kelebihan bayar, silahkan tempuh jalur restitusi.
    Prinsip-nya ketika sudah terlanjur dipotong PPh 23 tersebut, pengusaha tetap wajib memenuhi kewajiban PPh pasal 4 ayat 2 tersebut.

    Demikian, penjelasan kami.

Leave a reply