Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

pak mau tanya menurut peraturan menteri keuangan tentang batasan pengusaha kecil pajak pertambahan nilai u/PKP yg omset th 2013 tdk lebih dari Rp.4,8M termasuk kategori pengusaha kecil PPN yg dapat memilih u/dikukuhkan sbg PKP atau tidak. u/usaha bid.properti manakah yg lbh baik. tetap PKP atau dicabut? apa plus minus dr kedua pilihan tersebut. terima kasih, lina

Comment ( 1 )

  1. naufalaziz
    June 13, 2014 at 1:23 am

    Terkait dengan hal ini, plus/minus status PKP pertama-tama lihat dengan siapa sebagian besar transaksi yang dilakukan perusahaan, jika sebagian supplier adalah wajib pajak non PKP serta konsumen dominan wajib pajak retail yang juga non PKP, mungkin secara bisnis akan lebih ‘menguntungkan’ jika perusahaan berstatus non PKP (secara legal –omset di bawah 4,8M).

    Akan beda halnya jika sebagian besar bahan baku, misal material bangunan dibeli dari supplier WP PKP yang mengeluarkan Faktur Pajak dan memungut PPN sementara perusahaan Anda memilih untuk menjadi Non PKP, memang kemudian Anda tidak lagi memungut PPN dari konsumen Anda namun seluruh PPN yang telah Anda bayarkan akan terakumulasi menjadi biaya. Untuk kasus yang seperti ini perlu kalkulasi untung rugi secara matematis berdasarkan angka.

    Simulasi ketiga, jika supplier anda dan konsumen anda didominasi oleh WP non PKP yang tidak menerbitkan dan memerlukan Faktur Pajak, jelas dalam kondisi yang demikian akan lebih menguntungkan secara komersial jika perusahaan Anda berstatus Non PKP.

    Demikian, semoga memberi gambaran.

Leave a reply