Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Mau tanya. Kebetulan ada 2 kasus yang perlu saya tanyakan.

Kasus pertama:

Tahun 2012 silam saya bekerja 2 perusahaan berbeda. Sebut saja perusahan A untuk perusahaan pertama, di perusahan A tersebut saya bekerja kurang lebih 6 bulan, kemudian saya pindah ke perusahaan B.

Saat akan melaporkan pajak tahun 2012, saya memperoleh bukti potong pajak dari perusahaan A, saya kurang ingat pernah menyerahkan npwp saya ke perusahaan A atau tidak. Sehingga di bukti potong pajak dari perusahaan A tercantum nama saya dan npwp nya hanya terncantum 000…0.

Ketika mengisi formulir SPT saya mencoba menggabungkan jumlah pajak yang dibayar dari perusahaan A dan B, tetapi ternyata hasilnya kurang bayar. Jadinya saya hanya melaporkan bukti potong pajak dari perusahaan B.

Sebagai catatan, di perusahaan A sesuai dengan perjanjian kerja, upah yang saya terima adalah netto.

Kasus kedua:

Tahun 2015 silam, saya juga pindah kerja. Kasus yang kedua ini berbeda dengan kasus pertama. Sebut saja kedua perusahaan tersebut adalah perusahaan D dan perusahaan E. Di perusahaan E bekerja mulai dari bulan Oktober – Desember 2015.

Selama periode tersebut bekerja di perusahaan E saya menerima gaji brutto. Awalnya saya heran kenapa menerima gaji bruto (tapi dipotong bpjs tk).

Ternyata setelah menerima bukti potong dari perusahaan E ternyata penghasilan saya selama 3 bulan tersebut dihitung sebagai penghasilan di bawah PTKP sehingga tidak ada pemotongan pajak.

Alhasil pada SPT untuk tahun 2015 tersebut saya hanya melaporkan potongan pajak dari perusahaan D.

Pertanyaannya adalah:

Untuk kasus 1 pertama, apakah saya harus melakukan TA atau hal lain ke kantor pajak?
Untuk kasus ke 2. Apakah yang sudah saya lakukan betul atau tidak? jika tidak apa yang harus saya lakukan?

Leave a reply