Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Yth. Bapak Ibu

Saya, Yenni. hendak bertanya tentang suami Saya.
Awal Tahun 2015, karena hendak pengajuan kredit di Bank, suami saya membuat NPWP. saat itu suami saya masih bekerja sebagai karyawan swasta. Pertengahan tahun 2015, suami saya memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai karyawan untuk memulai usaha sendiri, Jualan kelilingan customers goods door to door dan ke pasar tradisional dengan omset penjualan sekitar 30-50jt/bulan. Keuntungannyapun baru cukup untuk hidup sehari-hari, bayar kredit rumah & mobil, dan bayar sekolah anak-anak.

Pada SPT Tahun 2016, suami saya tidak melaporkan SPTnya.

Pertanyaan saya, perlukah suami saya ikut Tax amnesty ?
sebagai informasi harta suami saya hanya sebuah Rumah yang masih KPR bank, dan sebuah mobil bekas yang juga baru kredit di Leasing ?
Ada tabungan di bank, kecil nilainya. karena untuk perputaran modal usaha yang masih dalam masa “perjuangan” ini.

Bagaimana dengan Laporan SPT Tahun 2015 yang tidak dilaporkan ?
jika melaporkan, suami saya tidak memiliki lampiran penghasilan dari perusahaannya yang lama. atau melaporkan penghasilan berdasarkan omset usaha kecil-kecilannya ?

Demikian Pertanyaan saya.
Mohon Penjelasan agar kami memulai usaha dari kecil ini dengan prinsip perpajakan yang terbuka dan benar. terimakasih.

Comment ( 1 )

  1. naufalaziz
    August 5, 2016 at 7:00 am

    Apakah atas harta tersebut sudah pernah dilaporkan di SPT sebelum-sebelumnya?
    Jika memang belum, maka saran saya segera saja ajukan Tax Amnesty. manfaatnya, kita nggak perlu lagi khawatir direpotkan dengan kemungkinan pertanyaan, himbauan atau pemeriksaan yang sangat mungkin dilakukan oleh Kantor Pajak terkait kewajiban pajak kita terdahulu atas sumber penghasilan yang digunakan untuk memperoleh aset/harta-harta tersebut.

Leave a reply