Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya adalah WNI yang bekerja dan tinggal di luar negeri dan hanya mendapatkan penghasilan dari luar negeri.Perlukah saya membuat NPWP dan melaporkan penghasilan saya di luar negeri?Dari penghasilan saya di luar negeri, saya membeli sebuah rumah di Indonesia, perlukah saya melaporkan aset saya ini?Terima kasih.

Comments ( 4 )

  1. August 16, 2016 at 12:58 am

    Saya melihatnya, saat ini status Anda sebagai subjek pajak luar negeri, dan tentunya belum ada kewajiban pajak Indonesia, sampai suatu saat nanti Anda memutuskan menetapkan diri untuk tinggal di Indonesia setidaknya memenuhi kriteria time test 183 hari dalam satu tahun menetap di Indonesia.
    ____
    Jadi kewajiban pelaporan penghasilan (baik untuk penghasilan dari dalam maupun luar Indonesia, terkait perhitungan kewajiban pajak Indonesia), serta pelaporan kepemilikan harta (baik harta di dalam negeri maupun luar negeri) baru timbul setelah Anda menjadi subjek pajak Indonesia, didahului dengan kewajiban mendaftarkan diri (NPWP) sebagai wajib pajak Indonesia.
    ___
    Namun demikian, jika terkait program tax amensty yang saat ini bergulir (misalkan), Anda berniat secara sukarela mengikutinya, dengan men-declare kepemilikan harta Anda di Indonesia maupun di Luar negeri, akan jauh lebih baik, tentu untuk bisa berperan dalam program tersebut Anda perlu mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk ber-NPWP Indonesia.

    Sekali lagi, bahwa tax Amnesty adalah pilihan.

    ___
    Demikian, semoga membawa pencerahan.

    • August 16, 2016 at 6:09 am

      Terima kasih untuk jawabannya.
      Jika sekarang saya tidak melaporkan kepemilikan harta, apakah akan bermasalah jika saya melaporkannya saat saya kembali menetap di Indonesia? Akankah ada denda untuk harta yang belum dilaporkan?

      Jika saya mengikuti tax amnesty yang berjalan sekarang, apakah penghasilan dan harta yg saya miliki di luar negeri juga terkena pajak? Sedangkan saya sudah membayar pajak di negeri saya tinggal, dan seharusnya tidak ada double taxation.

  2. August 16, 2016 at 7:07 am

    saat kembali dan menetap di Indonesia (diikuti dengan mendaftarkan diri sebagai wajib pajak Indonesia), saat itulah dimulai kewajiban pajak Indonesia, seharusnya atas penghasilan dan harta yang Anda peroleh masa sebelumnya tidak akan bermasalah, termasuk tidak ada denda.
    ___
    jika Anda ikut TA saat ini, tentu atas penghasilan yang telah dipajaki di luar negeri juga tidak akan dikenakan pajak lagi di Indonesia (termasuk harta yang Anda miliki atas akumulasi penghasilan luar negeri tersebut), hanya cukup dengan membayar uang tebusan sesuai ketentuan TA. Serta mengingat Anda baru akan ber-NPWP saat mengikuti program TA tersebut (tahun 2016) artinya Anda tidak wajib menyampaikan SPT tahun pajak terakhir (2015), cukup mengisi surat pernyataan harta untuk ikut program TA tersebut, disertai pembayaran sejumlah uang tebusan.

    • August 16, 2016 at 2:29 pm

      Maaf interupsi.. Kasus saya sedikit beda dengan yang bertanya..
      Cerita saya begini:
      Saya sudah memiliki NPWP, saya bekerja di singapura sejak 2010 – sekarang, saya sudah memiliki permanent residence.

      Pekerjaan permanent saya di singapura adalah ikut perusahaan.. Sedangkan di indonesia saya juga ada sedikit dikit kerja asuransi dengan titip nama dan kadang ada sedikit kerjaan tambahan..

      Saya mengisi SPT 2015 untuk 2 penghasilan saya yang di indonesia (seperti yang saya sebutkan di atas) namun untuk penghasilan dari singapura tidak saya masukkan.. Selama ini penghasilan di singapura sudah di potong pajak tiap tahun nya..

      Lalu di awal tahun 2015 saya membeli rumah di indo dengan pembayaran in-house dan rumah baru jadi di tahun 2017.. Pembelian rumah ini dengan penghasilan saya dari singapura..

      Namun di dalam SPT 2015 tidak saya masukan rumah sebagai aset krn pertimbangan bahwa rumah blum jadi..

      Yang mau saya tanyakan sebagai berikut, Mohon petunjuk untuk kasus saya.. bagaimana sebaiknya solusinya pak,

      Apa aset rumah bisa di masukkan lewat “pembetulan SPT” atau harus lewat “tax amnesty” saja?
      Ketika penghasilan dari singapura masuk ke indonesia apakah ada tambahan pajak lagi?

      Terima Kasih sebelum nya..

Leave a reply