Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya dari perusahaan (PT.B) yang menyediakan jasa EO.

Salah satu kegiatan kami adalah pelatihan. Peserta pelatihan membayar tarif tertentu, misalnya Rp 10.000.000,00. Akomodasi serta materi pelatihan dan instruktur semua disediakan dari perusahaan kami itu. Pelatihan diadakan di Jabodetabek.

Sebuah perusahaan (PT.A) yang berada di Kalimantan dan ikut serta dalam pelatihan menyatakan sebagai berikut sebelum kami mengirimkan invoice asli:

“Mengenai pembayaran kami informasikan bahwa PT.A menggunakan cara invoice. Dalam hal pembayaran invoice, PT.A mengikuti peraturan pajak khusus yang mengatur agar PT.A memotong pajak PPh10% (wajib untuk setiap transaksi dengan PT.A, sesuai dengan surat dari DirJen Pajak Pusat terlampir) atas jasa kena pajak yang diterimanya. Bukti pemotongan oleh PT.A akan dikirimkan kpd PT.B (perusahaan kami) untuk pelaporan SPT tahunan setelah proses pembayaran dilakukan dan sesuai dengan alamat yang tertera diinvoice yang kami terima.”

Selanjutnya, PT.A juga menyatakan sbb:

“Untuk faktur pajak yang dibuat dan diserahkan kepada PT.A pertanggal faktur pajak 01 Januari 2013 dan selanjutnya harus/wajib dibubuhi keterangan atau cap “ PPN dan /atau PPn BM Tidak Dipungut Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.03/2012” (terlampir) serta untuk penulisan kode faktur pajak menjadi 070.902.14- walaupun pada saat penulisan difaktur pajak dari badan/instansi anda nilai Ppn wajib disebutkan yaitu sebesar 10% sehingga sesuai dengan keterangan tersebut bahwa PT.A tidak ada lagi memberikan pembayaran Ppn kepada semua kontraktor/provider yang bertransaksi kepada PT.A serta tidak lupa untuk menyertakan copy NPWP badan/instansi anda.”

Berikut pertanyaan saya:

1. a. Bagaimana cara menghitung pemotongan Pph 10% tersebut?
b. Apakah artinya dari pihak pembeli (PT.A) hanya membayar Rp 9.000.000 kepada kami?
c. Bagaimana sebenarnya ketentuan pemotongan pajak yang dilakukan oleh pihak pembeli (peserta pelatihan) dalam kegiatan seperti di atas? Karena setahu saya Pph yang dipotong adalah 2%.
d. Apakah ada cara agar kami tidak dipotong sebanyak itu?

2. Apakah maksud dari PT.A adalah agar kami membuatkan faktur pajak sesuai ketentuan? Bila ya:
a. Berapa harga jual yang mestinya dimasukkan, dengan pengaruh pemotongan pajak?
b. Kami tidak punya stempel atau cap tidak dipungut. Apakah harus menyediakan stempel tersebut? Atau adakah alternatif lain?

Leave a reply