Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Selamat siang saya mau nanya, saya bekerja di perusahaan research yang mempunyai head office di Jepang, setiap pembayaran ke klien kami menagihkan ke kantor pusat by request sudah termasuk pajak. PPN yang dibayarkan besar sekali sedangkan kami tidak ada transaksi penjualan, dalam kasus ini semua biaya yang kami keluarkan termasuk gaji, sewa, pembelian barang, bayar jasa interpreter semua dikenai PPN, sehingga secara tidak langsung kami membayar pajak dobel, PPh kami membayar PPN pun kami juga membayar, bolehkan dalam peraturan pajak seperti itu? Mohon pencerahannya, karena kami ingin mengurangi beban pajak yang kami bayarkan ke negara.Terimakasih

Comment ( 1 )

  1. June 16, 2014 at 3:06 pm

    menurut saya tidak ada yang double pengenaan di sini Bu, karena secara prinsip PPN dikenakan terhadap objek transaksi berupa penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) yang biasanya terjadi pada perusahaan perdagangan, dan atau terhadap Jasa Kena Pajak (JKP) yang biasa terjadi pada perusahaan jasa sebagaimana perusahaan Ibu. Dan patut diketahui bahwa sejatinya, PPN ini dibebankan kepada konsumsi yang dilakukan oleh pengguna barang/jasa (konsumen).

    Semetara PPh merupakan pajak yang timbul di sisi penerima penghasilan yaitu perusahaan ibu/produsen.

    Jadi memang benar atas satu transaksi tersebut timbul dua pajak PPN dan PPh, namun pada hakikatnya pembebanannya terhadap subjek yang berbeda.

    terkait besarannya tentu sangat relatif terhadap nilai transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak. Untuk PPN sudah diatur besaran pengenaannya menggunakan tarif tunggal 10%.

    Demikian, jika ada yang kurang jelas atas penjelasan kami, silahkan Ibu berikan keterangan yang lebih rinci.

Leave a reply