{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


PELAPORAN PPH PASAL 22

Apabila PPH pasal 22 telah di bayar pihak lain, dan kami hanya terima bukti potong untuk pelaporannya apa harus di buat ssp ?
dan tata cara pelaporannya bagaimananya ? ?

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


Tags

1 Answer

PPh 22, dimana bukpotnya yang rekan terima berlaku sebagai kredit pajak/pengurang PPh terhutang satu tahun yang bisa rekan kreditkan (laporkan) di SPT Tahunan. Nggak perlu SSP atas bukti potong tersebut ya… mudahnya gini…
misal hasil hitung PPh 1 tahun terhutang 100. Jumlah kredit pajak (PPh 22/23) yang rekan terima senilai 80. Artinya kewajiban PPh terutang 1 tahun rekan tinggal kurang bayar 20 karena telah dipenuhi melalui jalur pemotongan PPh 22/23 tersebut…yang wajib disetorkan menggunakan SSP terlampir pada SPT Tahunan adalah senilai 20 tersebut ya..

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up