Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Jika seandainya perusahaan A dihadapkan pada situasi beberapa dealer meminta untuk tidak ingin dilaporkan pengambilan barangnya tapi disatu sisi si perusahaan harus mengkreditkan pajaknya, bagaimana perusahaan tersebut menghadapinya,,,? Apa yang harus dilakukan agar kedua belah pihak merasa tidak ada yang dirugikan ?mhn jawabannya, makasih

Comment ( 1 )

  1. June 27, 2016 at 8:13 am

    jawaban sekaligus pertanyaan yang juga perlu rekan pikirkan, ketika kedua belah pihak menghendaki “merasa tidak dirugikan”, apakah kemudian justru negara yang dirugikan. Dan jika kemudian diketahui bahwa negara dirugikan, apakah kedua belah pihak bertransaksi siap dikenai sanksi menurut ketentuan hukum yang berlaku?

    So, jika bicara pajak (transaksi tersebut berkaitan dengan pajak) maka laksanakanlah sesuai ketentuan perpajakan berlaku. Jika ada permintaan mitra transaksi yang melanggar ketentuan berlaku maka jangan pernah coba ‘mengesampingkan’ aturan pajak. Justru sebaliknya, ia (wajib pajak-lah) yang wajib tunduk pada ketentuan pajak berlaku.

    Saya menangkap indikasi motif agar penyerahan dari supplier ini tidak dikreditkan (dilaporkan di pihak pembeli) dengan motif diantaranya untuk menyembunyikan omset/transaksi yang dia lakukannya, dan hal tersebut nyata-nyata melanggar ketentuan…

    Silahkan jika ada rekan yang akan mengkoreksi tanggapan saya ini.

Leave a reply