Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Siang pak,suami saya adalah wajib pajak dari thn 2012 yang belum memiliki npwp tentunya belum pernah lapor pajak. Tahun ini berencana untuk buat npwp dan lapor pajak. Pertanyaannya : 1. Usaha kami memiliki penghasilan dibwh 4.8m pertahun. Pajak apa saja yang harus dibayarkan pasal brp sj? 2. apakah akan dikenakan sanksi/denda mengingat baru membuat npwp dan lapor pajak?brp dendanya?

Comments ( 5 )

  1. December 21, 2015 at 10:03 am

    Sore rekan Rere..
    Dari yang saya ketahui, mulai 1 Januari 2014 pengusaha dengan penjualan (omzet) tak lebih dari Rp 4,8 Milyar setahun tidak wajib berstatus Pengusaha Kena Pajak (PKP). Hal itu dinyatakan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 197/PMK.03/2013.
    Sehingga ibu dan suami bisa memilih untuk tidak menjadi PKP atau menjadi PKP dan membayar serta melaporkan pajak penghasilan.
    Silahkan disanggah apabila ini tidak benar atau sudah diubah. Terima kasih.

  2. naufalaziz
    December 22, 2015 at 1:10 am

    pemenuhan kewajiban pajak didasarkan pada ‘keberadaan’ aspek subjek dan objek pajak. dalam kondisi suami Ibu, saya kira keduanya telah terpenuhi dan sudah semestinya kewajiban pajak dipenuhi juga.

    Mulai pertengahan tahun 2013 berlaku Peraturan Pemerintah nomor 46 dimana untuk pelaku usaha dengan omset suaha tidak lebih dari 4.8Milyar dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final dengan tarif sebesar 1% dari nilai Omset bulanan.

    Nah untuk menghitung besarnya kewajiban pajak, saya sarankan Ibu untuk membuat rekapitulasi omset/penghasilan bruto per bulan dulu sepanjang tahun. setelah ini anda lakukan…Ibu bisa menghitung kewajiban mulai 1 Juli 2013 s.d saat ini sebesar 1% dari nilai omset tersebut….

    Untuk kewajiban sebelum 1 Juli 2013, silahkan Ibu temui Account Representative (petugas konsultasi) di Kantor Pelayanan Pajak yang meliputi wilayah domisili Anda. Silahkan sampaikan rekapitulasi perhitungan penghasilan suami ibu tersebut dan mereka akan membantu menghitung dan memandu mekanisme pelaporan kewajiban tersebut.

    Masukan juga untuk rekan Christy, bahwa status keterdaftaran sebagai Wajib Pajak ditandai dengan NPWP sama sekali berbeda dengan PKP, kewajiban yang melekat pada PKP terkait dengan kewajiban memungut dan meyetorkan PPN atas setiap transaksi/penyerahan. Sementar terkait NPWP secara otomatis timbul kewajiban untuk melaporkan dan menyetorkan kewajiban (pada umumnya) Pajak Penghasilan yang diterima dari menjalankan kegiatan usaha atau pekerjaan seseorang wajib pajak.

    • December 22, 2015 at 4:04 am

      1 lagi pak. Saya ada baca kep536/pj/2000 omzet kurang dari 4.8m juga diperbolehkan menghitung dgn NPPN (syarat jk tdk memiliki pembukuan minimal punya pencatatan). Omzet saya sktr 400jt apakah memenuhi syarat memakai perhitungan NPPN tsb?pencatatan spt apa yg dimksd?krn dgn perhitungan nppn dpt mengurangi ptkp.

    • naufalaziz
      December 22, 2015 at 5:24 am

      Benar sekali bu Rere, untuk perhitungan penghasilan Netto guna kepentingan perhitungan pajak semester I tahun 2013 dan sebelumnya, Ibu bisa menggunakan perhitungan penghasilan netto dengan norma….ketika ibu tidak menyelenggarakan pembukuan. Pembukuan dimaksud adalah pencatatan/akuntansi atas usaha yang Ibu dan suami jalankan. Oleh sebab itu di komentar sebelumnya saya menyinggung soal rekapitulasi omset bulanan. Jika ibu menyelenggarakan pembukuan otomatis penghasilan netto yang digunakan sebagai dasar perhitungan pajak diambil dari laporan rugi/laba yang ibu buat…bukan dari hasil hitung dengan menggunakan norma dalam ketentuan tersebut.

  3. naufalaziz
    December 22, 2015 at 4:48 am

    Benar sekali bu Rere, untuk perhitungan penghasilan Netto guna kepentingan perhitungan pajak semester I tahun 2013 dan sebelumnya, Ibu bisa menggunakan perhitungan penghasilan netto dengan norma….ketika ibu tidak menyelenggarakan pembukuan. Pembukuan dimaksud adalah pencatatan/akuntansi atas usaha yang Ibu dan suami jalankan. Oleh sebab itu di komentar sebelumnya saya menyinggung soal rekapitulasi omset bulanan. Jika ibu menyelenggarakan pembukuan otomatis penghasilan netto yang digunakan sebagai dasar perhitungan pajak diambil dari laporan rugi/laba yang ibu buat…bukan dari hasil hitung dengan menggunakan norma dalam ketentuan tersebut.

Leave a reply