Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Dengan adanya PP 46 tahun 2013,pajak penghasilan jul – des 2013 dihitung 1% dari omzet bruto. apabila dibandingkan dengan omzet jan – jun 2013 dengan menggunakan penghitungan norma dan dikurangi PTKP, terdapat penurunan omzet yang drastis.tetapi omzet jul-des itu sudah merupakan omzet asli.
pada jan-jun, omzet yg kami masukkan tidak sesuai dengan omzet asli kami karena kami takut lebih bayar, dan saya pernah dianjurkan oleh pihak KPP untuk dibuat kurang bayar daripada lebih bayar. dan saya pernah diberi tahu seseorang jika penghitungan secara norma itu setiap tahun tidak bisa mengalami penurunan.apakah benar?
dan saya mohon pendapat bapak dengan penurunan omzet yang drastis itu,apakah nantinya ada kemungkinan adanya pemeriksaan dari KPP?terima kasih.

Comment ( 1 )

  1. January 15, 2014 at 9:48 am

    Pada prinsipnya pengenaan pajak di Indonesia menganut azaz self assesment yang sepenuhnya mendasarkan pada kondisi riil yang terjadi pada wajib pajak. Jika ada anjuran untuk selalu melaporkan pajak dengan status KB (kurang bayar) tentu tidak sejalan dengan konsep self assesment tersebut. Dan Lebih Bayar merupakan sebuah kewajaran ketika memang di tahun-tahun tertentu ternyata ada penurunan omset pada wajib pajak (atau bahkan WP mengalami kerugian).

    Soal omset Jul-Des yang Ibu laporkan sebagaimana mestinya justru itulah yang diharapkan oleh amanat UU Perpajakan (yang menganut self assesment).

    Pemeriksaan pajak sendiri sangat dimungkinkan dalam dua hal, pertama jika status pelaporan Pajak Ibu Lebih Bayar (untuk mengembalikan kelebihan bayar pajak tersebut) pihak Kantor Pajak memang harus membuktikan bahwa benar terdapat kelebihan pembayaran pajak. Dalam kasus yang seperti ini jika memang selama ini ibu sudah benar melaporkan kewajiban Pajak ibu, kami rasa tidak perlu ada kekhawatiran atas tindak pemeriksaan ini.

    Sebab pemeriksaan yang kedua adalah ketika diduga ada unsur ketidakpatuhan dalam pemenuhan kewajiban pajak Ibu, biasanya pihak KPP akan melayangkan semacam himbauan atau permintaan konfirmasi/klarifikasi terlebih dahulu…(Himbauan1, dan 2) serta undangan konseling. Jika tahap konseling tidak dijumpai kesepakatan baru akan berlanjut ke tahap pemeriksaan.

    Jadi dalam kasus Ibu, saya sarankan ke depannya untuk melaporkan omset sesuai dengan omset riil Ibu.

    Apabila ada pendapat yang menyatakan bahwa “penghitungan secara norma itu setiap tahun tidak bisa mengalami penurunan” sama sekali tidak benar dan tidak ada dasar hukumnya…

    Jika ada yang hendak disampaikan lebih jauh silahkan Bu..

Leave a reply