Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

Comment ( 1 )

  1. naufalaziz
    September 2, 2016 at 12:58 am

    ketika Wajib Pajak meinggal dunia, dan meninggalkan harta warisan yang belum terbagi, maka harta warisan yang belum terbagi tersebutlah subjek pajaknya, dengan menggunakan NPWP almarhum, pemenuhan kewajiban pajaknya diwakili oleh salah satu ahli warisnya (menggunakan NPWP almarhum).

    Apa saja jenis kewajiban pajaknya, kita lihat jenis harta waris yang belum terbagi tersebut dan penghasilan apa saja yang dihasilkannya. Misal: ada properti (tanah dan/atau bangunan) yang menghasilkan penghasilan sewa, maka timbul kewajiban PPh Final Pasal 4(2) dengan tarif 10% dari nilai bruto sewa, contoh lain, ada aset berupa tempat usaha berupa toko, maka berpotensi timbul kewajiban PPh Final menurut ketentuan Peraturan Pemerintah no.46 tahun 2013 dengan tarif 1% dari omset bruto bulanan.

    Hal tersebut adalah sebagian contoh, adapun lebih jelas dan detailnya termasuk nanti bagaimana mekanisme pelaporannya, rekan dapat kunjungi Kantor Pelayanan Pajak tempat Almarhum terdaftar.

    Kewajiban perpajakan atas harta waris yang belum terbagi tersebut akan berakhir setelah harta warisan tersebut terbagi kepada para ahli warisnya dan untuk selanjutnya NPWP almarhum dapat diajukan penghapusannya.

    Demikian semoga membantu

Leave a reply