Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Salam sejahtera,Saya Teddy. Saya ada pertanyaan tentang perpajakan mohon pencerahannya. Saudara saya pernah meminjam KTP saya untuk membeli kendaraan bermotor. Akan tetapi sekarang kendaraan tersebut telah dijual.Pertanyaan saya;1. Saya ingin mendapatkan NPWP apakah transaksi pembelian mobil dan penjualannya akan dijadikan dasar pemeriksaan oleh dinas perpajakan?2. Akankah ini menjadi masalah bagi saya kelak, maksudnya, apakah dinas perpajakan akan menetapkan ini sebagai pajak terhutang bagi saya.Terima kasih mohon pencerahannya.

Comments ( 2 )

  1. September 22, 2014 at 6:58 am

    Jika Anda berniat mendaftarkan diri sebagai Wajib Pajak (ditandai dengan penerbitan NPWP atas nama Saudara) segera saja ajukan, hal ini tidak ada kaitannya secara langsung dengan transaksi pembelian aset berupa mobil tersebut.

    Posisi kepemilikan aset berupa kendaraan bermotor dalam Laporan Pajak (SPT) yang nantinya wajib Saudara laporkan setelah terdaftar sebagai wajib pajak adalah dalam kolom laporan daftar harta. Dan sampai saat ini, daftar kepemilikan harta tersebut dijadikan oleh Fiskus (petugas pajak) sebagai salah satu cross chek profil penghasilan Saudara.

    jika memang pembelian aset berupa kendaraan bermotor tersebut secara de facto bukan hak Saudara, saya rasa, saudara tidak perlu mengakuinya dalam SPT.

    Namun demikian, jika kemudian ada pertukaran data antara pihak Samsat (kepolisian/pemda) terkait kepemilikan data kendaraan tersebut disebabkan waktu pembelian menggunakan identitas Saudara, semestinya Saudara juga bisa menjelaskan histori pembelian aset tersebut dan kepemilikan kendaraan tersebut secara de facto bukan kepemilikan Saudara.

  2. September 23, 2014 at 11:13 am

    Terima kasih atas pencerahannya.

Leave a reply