Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Saya karyawan sebuah NGO/LSM asing, yang mereka mendapatkan pengecualian pajak, sehingga tidak dikenakan pajak, tetapi karyawan di tempat kami, membayar PPH dan kewajiban lainnya, tetapi anehnya, premi asuransi yang dibayarkan kepada pihak asuransi yang seharusnya sebagai benefit karyawan, dimasukan sebagai penghasilan (tidak dimasukan di payroll) sehingga premi tersebut di hitung kepada pendapatan karyawan disetahunkan sehingga menambah jumlah PPH21 yang karyawan bayarkan,

Pertanyaan saya, apakah benar premi asuransi yang sebagai benefit yang diterima karyawan, karyawan wajib membayarkan PPH21, dan di hitung sebagai penghasilan? sedangkan premi tersebut dibayarkan ke pihak asuransi bukan bagian dari teke home pay karyawan, juga claim yg ajukan karyawan kepada pihak asuransi belum tentu sebesar premi yang dibayarkan kepada pihak asuransi.

terima kasih
Ahmad

Comment ( 1 )

  1. March 9, 2017 at 2:24 pm

    Iya… premi asuransi yang dibayar oleh pemberi kerja bagi karyawan merupakan objek pajak pph 21 sedangkan bagi pemberi kerja, premi asuransi tersebut merupakan biaya yang dapat dikurangkan (biaya deductible) . Sementara untuk klaim asuransi yang dibayarkan oleh perusahaan asuransi, pembayarannya tidak dipotong pajak alias bebas pajak karena bukan merupakan obyek pajak. Hal ini sesuai ketentuan UU PPh no. 7 tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan UU PPh no. 36 tahun 2008 pasal 4 ayat 3(e). Sehingga bagi karyawan premi asuransi tersebut menjadi penghasilan yg dapat di potong pph21. hal ini sudah dijelaskan di uu pph.

Leave a reply