{1 - 24} GreyGrey
{25 - 49} GreenGreen
{50 - 499} BlueBlue
{500 - 4999} OrangeOrange
{5000 - 24999} RedRed
{25000+} BlackBlack

Please confirm that you would like to report this for an admin to review.


Harta pemberian orang tua

Siang, mohon penjelasan terkait hal berikut.
jika tahun 2000 saya dibelikan rumah oleh orang tua (nama sertifikat sudah nama saya) , dan selama ini (2000-2013) rumah tsb dilaporkan dalam SPT orang tua setiap tahunnya.Karena orang tua sudah meninggal, maka saya berencana melaporkan di spt saya berikutnya.
Apakah perlu ikut tax amnesty untuk menambahkan rumah tsb di harta saya untuk laporan thn 2017 ? atau di spt 2017 bisa langsung saya daftarkan saja ?

Share yuk... biar lebih bermanfaatShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on Twitter



Confirm that you would like to Remove Email Alerts for your question. You cant undo this and you will not be able to re-subscribe.


1 Answer

Dalam kondisi normal semestinya rekan cukup menambahkan/melaporkan harta tersebut tanpa kewajiban pajak terhutang sekalipun, mengingat peralihan harta tersebut digolongkan dalam waris yang diterima oleh garis keturunan lurus-sedarah. Apalagi nama dalam sertifikat sudah atas nama rekan, hal ini menjadi argumen kuat jika fiskus/petugas pajak menanyakan proses peralihan/perolehan harta tersebut.
—-
Alternatifnya, rekan bisa saja melaporkan/melakukan pembetulan SPT Tahunan 2014 s.d. 2015 (jika sudah dilaporkan) dengan materi penambahan aset tersebut. Namun kemudian terbuka kemungkinan untuk menjadi pertanyaan petugas pajak soal asal-usul harta tersebut. Dalam kasus demikian rekan harus menyiapkan argumen serta dokumen pendukung bahwa memang kepemilikan harta tersebut sejatinya sudah diperoleh sejak lama, hanya saja selama ini dilaporkan di SPT orang tua dsb.


Alternatif kedua
rekan bisa mengungkapkan penambahan harta tersebut dalam permohonan Tax Amnesty, dan tanpa perlu repot harus melakukan pembetulan SPT terdahulu, pun tidak akan ditanya asal-usul perolehan harta tersebut. Namun konsekuensinya, rekan wajib membayar uang tebusan.
—-
Demikian, semoga membantu

Confirm that you would like to select this answer as the "Best Answer" to your question. This will bring this answer to to top and be highlighted as "Best Answer". You can always change this if a better answer is given.


You must be Logged In to Answer this Question

Already a Member, Log In
Not a member yet? Sign Up