Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Ilustrasi 1
-Si A (bernpwp, penghasilan di atas PTKP) di belikan tanah oleh ayahnya “B” seharga 100 juta dan di ATASNAMAKAN si A di tahun 2014. -> hibah segaris keturunan
-Si B TRAHUN 2014 sudah melaporkan sumber penghasilannya dan di kenakan PPH, lalu karena sudah mengatanamakan pemberian tadi ke A, maka tidak dimasukkan ke dalam SPT B tahun 2014
-Si A pun juga tidak pernah melaporkam harta hibahnya dalam daftar harta SPT tahunan 2014
-akhirnya di tahun 2016, si A berkonsultasi ke kantor pajak karena ada harta yang belum dilaporkan, dan disarankan mengikuti TA dari pada PEMBETULAN SPT, dasarnya karena tidak adanya BUKTI yang bahwa tanah tadi merupakan hibah dari si B (tidak ada akta notaris balik nama ataupun akta hibah) ->penuturan pegawai pajak
-lalu si A mengikuti TA atas harta tadi

Ilustrasi 2
-tahun 2016, si A lagi lagi mendapatkan harta hibah seperti di tahun 2014, harta tanah 200juta, dibelikan atas nama si A, yang mana kalo dilihat dari neraca pendapaptan, dia tidak mungkin membeli tanah seharga tersebut

Pertanyaannya adalah,
1. Bila berdasar pada keetentuan hibah, bisakah si A memasukkan harta 200juta atas sebidang tanah ke SPT 2016 kedalam kolom harta hibah? (Tidak ada akta notaris atau bukti tertulis)
2. Bila tidak bisa, apakah si B bisa meemasukkan tanah terebut ke dalam SPT si B, walopun tanahmya atas nama si A?

Comments ( 2 )

  1. naufalaziz
    October 27, 2016 at 5:12 am

    salaam,
    untuk pertanyaan pertama, tanah hibah tersebut memang benar milik si A maka bisa diakui dalam daftar harta A pada SPT tahunan 2016-nya. Namun menurut de jure-nya karena tidak ada dokumen apapun yang menunjuk hibah segaris dalam garis keturunan sedarah maka fiskus bisa saja menganggapnya sebagai harta yang perolehannya terkait penghasilan B yang belum di penuhi kewajiban pajaknya (objek pajak)

    untuk pertanyaan kedua, karena secara de jure aset tersebut diakui milik A dan si A sudah ber-NPWP sendiri (bisa disimpulkan bahwa A buka lagi anak di bawah umur dalam pengampuan ortu-nya) maka seharusnya tidak diakui lagi sebagai harta B.

  2. October 31, 2016 at 9:13 am

    anda diwajibkan ke notaris untuk membuat akta hibah dengan si B. dan wajib membayar BPHTB sebesar 5% dr harga tanah tsb. dan krn Si B sdh melaporkan PPH Finalnya, maka anda tdk perlu untuk mengikuti TA.
    ilustrasi ke2 kurang terperinci jadi sy tdk brni menyimpulkan.

Leave a reply