Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

di kantor saya sistem kerjanya kontrak dan setiap 3 tahun sekali ada pergantian nomer induk kepegawaian,dan du tahun 2016 saya ganti nik.waktu saya lapor spt 2016 yang di lakukan bulan april 2017 ini saya di anjurkan oleh pegawai pajak untuk membayar sebesar 800ribu di karenakan saya memiliki 2 bukti pemotongan pajak,padahal di bukti nya sudah ada keterangan bahwa yang lembar pertama periode bulan 1-10 2016 dan yang lembar ke dua di bulan 9-12 2016,uang sebesar 800ribu itu sebagai denda karena saya di bulan 9-12 itu di katakan oleh pegawai pajak sebagai pegawai baru,dan pegawai pajak itu menyuruh saya meminta ke kantor untuk di buatkan bukti pemotongan yang jadi satu lembar apabila saya tidak maw terkena denda,padahal semua pajak sudah di bayarkan oleh kantor,apakah memang demikian adanya,apakah saya harus membayar sebesar itu apabila maw lapor spt,sekian.mohon tanggapannya……terima kasih

Comment ( 1 )

  1. April 17, 2017 at 12:44 pm

    Dalam kasus anda harus dipastikan dulu apakah penghitungan dan pemotongan pajak yg dilakukan perusahaan anda sudah benar. Yg perlu anda lakukan :
    1. Jumlahkan penghasilan neto dr masing2 bukti potong
    2. Kurangi hasil penjumlahan tersebut dengan PTKP yg sesuai (misal bila anda belum menikah dan tidak ada tanggungan maka PTKP anda adalah 54 jt)
    3. Hasil penghasilan neto – PTKP = penghasilan kena pajak (PhKP), kalikan PhKP dengan tarif pasal 17 UU PPh. Misal untuk PhKP s.d 50 jt maka tarifnya adalah 5%, dst.
    4. PhKP x tarif = pajak terutang. Kurangi pajak terutang dengan pajak.yg telah dipotong dan disetor sesuai bukti potong yg anda miliki hasilnya adalah pajak yg masih harus anda bayar.
    Chat via fb
    https://www.facebook.com/widodo.eli.1

Leave a reply