Register Now

Login

Lost Password

Enter your email to reset your password.

BY Author

Jika saya menanamkan modal untuk suatu kegiatan usaha dalam jangka waktu tertentu berdasarkan surat perjanjian kerjasama, misalnya1 bulan (saya sebagai investor pasif), apakah saya ada kewajiban PPh atas keuntungan yang diperoleh? Atau “saya dan para investor pasif lainnya hanya terima bersih”, karena PPh sudah diurus oleh pengelola?Jika PPh diurus oleh pengelola, apakah perihal ini perlu dinyatakan secara eksplisit dalam surat perjanjian kerjasama? Misalnya seperti ini: “Dana investasi pihak pertama akan digabungkan dengan dana investasi pihak kedua menjadi suatu KESATUAN MODAL. Pembayaran pajak yang terjadi atas kegiatan usaha yang didanai oleh kesatuan modal ini dilaksanakan oleh pihak kedua sebagai pengelola kegiatan usaha.”Mohon penjelasannya, saya masih sangat awam sehubungan dengan perpajakan di bidang ini. Terimakasih.

Comment ( 1 )

  1. June 23, 2016 at 2:41 am

    Akan lebih jelas perhitungan pajaknya jika kongsi modal tersebut diwujudkan dalam bentuk badan hukum, paling sederhana misalkan dalam bentuk CV. Dalam hal CV, ketika keuntungan yang diperoleh dari usaha CV tersebut telah dipenuhi kewajiban pajaknya, maka atas bagian keuntungan yang diterima oleh para sekutu (aktif maupun pasif selaku pemodal) bukan merupakan objek pengenaan pajak (tidak dipajaki kembali.

    Dalam kasus PT, dalam hal meski telah dipenuhi kewajiban pajak atas keuntungan PT. Maka atas pembagian dividen kepada para pemegang saham, maka PT wajib memotong PPh atas dividen yang dibayarkan kepada para masing2 pemegang saham orang pribadi. Perlakuan berbeda ini terkait undang-undang PT dimana kekayaan perusahaan (PT) terpisah dari kekayaan pemegang sahamnya.

    Dalam hal kongsi rekan tanpa payung badan hukum seperti saya contohkan, maka pengenaan pajak atas usaha yang dijalankan hanya terwakili oleh salah satu pihak, dan pemenuhan kewajiban pajaknya dianggal adalah pemenuhan kewajiban satu pihak (sekutu aktif saja). Adapun bagi hasil yang rekan terima riskan akan dianggap sebagai bentuk penghasilan yang dibayarkan sekutu aktif kepada Anda. Dalam hal demikian, bisa saja dianggap sebagai objek pajak tersediri dan riskan double taxing.

    Demikian rekan.

Leave a reply